Bercerita

Sakit Hati, Iyain Jangan?

18.00 Alifia Faza 0 Comments

"Konsekuensi terbesar dari jatuh hati adalah sakit hati"



Sekapat?



Ya, mungkin kalian ada yang ngga sadar kalau kata diatas typo. Terus kalian baca ulang. Hehe.

Sepakat ya.




Oke.


Curhat dikit.

Awalnya aku pernah berniat kalau bakal sering ngepost di blog, minimal sebulan sekali lah ya. Sempet mikir kalau waktu kuliah banyak LUANGNYA, ehh ternyata banyak UANGNYA, maksudnya tuh banyak pengeluaran gitu deh heuheu heu😭 serius lah baru sebulan kuliah rasanya mau nabung itu susah amat?! (curhat wkwk).




Tapi kuliah nggak bisa dijadiin kambing hitam sih harusnya :( Akunya aja yang males nulis HEHEHE alias masih belum nemu inspirasi buat nulis apa atau apa.


Atau apa?



Ya gatau.



Tapi semua berubah, ketika tiba-tiba ada seseorang yang menginspirasi aku... (cie sapa niih)





Haha bohong. Nggak ada.





Guys, sumpah, maaf, aku malah nulis ngga jelas...




Oke kita mulai topik yang sesungguhnya.






"Konsekuensi terbesar dari jatuh hati adalah sakit hati"


Sepakat?





Aku sih, yes.






Emang aku nulis begini inspirasinya bukan dari orang lain. Tapi dari diriku sendiri. Dan bukan berarti aku lagi jatuh hati atau sakit hati loh ya. Cuma kepikiran aja tentang konsekuensi-konsekuensi yang mungkin terjadi dari suatu hal yang pernah, atau sedang, atau akan kita lakukan. Mantab ngga tuh. (efek habis ospek sering dapet konsekuensi pelanggaran tugas).


Siapa sih yang ngga pernah sakit hati?


Rasanya, kecil kemungkinan kalau kita ngga pernah ngalamin yang namanya sakit hati. Bahkan dari hal-hal kecil pun, sakit hati bisa dirasakan kapan saja dan dimana saja. Termasuk kalau aku tahu kalian setelah baca tulisan di baris ini, terus udahan bacanya, gamau ngelanjutin sampe selesai. Sakit hati akutuh... :(



Tapi kali ini aku mau nulis aja sih, sakit hati yang dikarenakan jatuh hati (wah ya ini mulai baper wkwkw).


Tahu sih, nggak semua jatuh hati ujung-ujungnya sakit hati. Kalau lagi hoki ya hati berbunga-bunga, dunia serasa milik berdua. Ihiw.


Tapi kalau jatuh hati, terus dianya engga?


Kalau jatuh hati, dia juga suka, tapi digantungin aja?


Kalau jatuh hati, dia juga suka, tapi bilangnya "kamu terlalu baik buat aku"?


Kalau jatuh hati, dia ngasih kepastian, tapi ngga setia alias setiap tikungan ada?


Kalau jatuh hati, udah bersama-sama, tapi selalu egois satu sama lain, ngga ada yang mau ngalah?


Gimana?




Bukannya nulis begini dengan pikiran negatif atau punya perasaan buat nakut-nakutin "mending gausah jatuh hati nanti sakit hati". Bukan kok.



Sakit hati dari jatuh hati itu wajar.... dan akan selalu terjadi kalau kita ngga mempersiapkan pertolongan pertama pada kecelakaan hati (opo maneh iki?!). Toh namanya juga jatuh. Sakit enggaknya tergantung dari ketinggian jatuhnya (analogi: tingkat ketinggian = besar harapan).



Jadi, ya jangan dulu berharap banyak kalau belum mempersiapkan semua yang akan terjadi. Dunia ini penuh dengan pilihan, dan tiap pilihan punya konsekuensi masing-masing. Entah baik atau buruk kan ngga pernah tahu, kita cuma bisa mengusahakan apa yang diinginkan.



Fyi juga, ngga semua orang yang jatuh hati ingin rasanya tersampaikan. Iya kan?


Ada loh yang lebih suka diam-diam karena emang merasa belum waktunya ataupun belum cukup siap sama tanggungjawab yang harus dipegang.


Jatuh hati, ngga selamanya bikin sakit hati.


Satu poin penting, kalau memang tahu ada rasa itu muncul. Tanyakan pada dirimu di depan cermin.



"Apa aku siap buat menautkan rasa ini di dalam hati?"




Karena pertanyaannya dari kamu dan buat kamu, jadi yang tahu jawabannya ya cuma kamu.


Siap atau enggak?




Jatuh hati ≠ sakit hati. Tapi sakit hati bisa jadi dikarenakan jatuh hati.



Ya... jangan sampe lah :( lebih baik mencegah daripada mengobati.


Makanya hati-hati dengan hati.




Karena pilihan setelah sakit hati cuma ada dua, diikhlaskan atau mengikhlaskan.




Oke? :)








Aku nulis disini tanpa referensi apa-apa. Jadinya agak kacau dan ngga nyambung gitu (maap yah).




Intinya, sebelum melakukan sesuatu atau dihadapkan dengan sesuatu, jangan lupa persiapkan dan pertimbangkan dengan kemampuan dan kapasitas yang kalian miliki. Apalagi hati :)





Karena konsekuensi dari sebuah pilihan akan selalu ada, dimanapun kaki melangkah.




Timaaci sudah membaca!♡

Thank You Dear!

0 komentar: